Saya dan Toilet Duduk

Hi,

Assalamu’alaikum Beaut’…

Kali ini saya mau membagikan pengalaman saya dengan toilet duduk. Ups, ada apa nih saya dengan si toilet duduk?? Hmm, jika dibilang ini bukan masalah besar, iya tentu saja ini sebenarnya masalah kecil. Tapi bila disebut masalah kecil, saya merasa terganggu dengan masalah kecil ini dan bisa saja menjadi masalah besar jika didiamkan.

Related image

source : google.com

Permasalahan tersebut adalah mengenai penggunaan toilet duduk di public area. Teman-teman pernah nggak sih ngalamin, ketika kebelet mau buang air kecil, tiba-tiba melihat toilet duduknya basah, penuh dengan air atau ada tetesan kuning dari air seni yang tertinggal? Hadeuh, kalau sudah begitu saya pasti menarik napas panjang, lalu menyiram tempat duduknya, sambil sedikit mendumel. Saya pasti mengambil lebih banyak tisue untuk melap, permukaannya. Pastinya saya 100% kesal.

Apakah susah yah menggunakan toilet duduk itu? Kalau menurut saya yang setiap harinya menggunakan toilet duduk, saya akan menjawab tidak. Tapi, tidak semua toilet duduk saya rasa nyaman untuk digunakan. Saya tidak suka menggunakan toilet yang tidak memiliki shower-nya atau pegangan shower-nya, atau air yang langsung muncrat dari belakang.

Nah, bagaimana bila seseorang belum pernah menggunakan toilet duduk di paksa menggunakan toilet duduk? Pasti bingung dan ragu, karena terbiasa buang air kecil sambil jongkok baik perempuan maupun laki-laki, karena saya pernah dengar katanya laki-laki pun disunahkan untuk jongkok bila buang air kecil.

Sama seperti mamahku, yang sudah terbiasa dengan toilet jongkok dan wet toilet-nya. Beliau menjadi sedikit gelagapan ketika dihadapkan pada toilet duduk di wet toilet, hehehe… Itu adalah mamah saya yan sudah berumur, tidak dengan adik-adik berpendidikan atau teman-teman sekalian.

Saya rasa, kalian sudah sangat pintar untuk tahu bagaimana cara menggunakan toilet duduk, sehingga kita semua merasa nyaman menggunakan toilet duduk secara bersama-sama, terutama perempuan.

Tidak ada salahnya bukan, untuk selalu mengangkat dudukan toilet, jika tidak dipakai oleh para laki-laki. Atau melap dudukan toilet, ketika selesai digunakan agar teman-teman kita yang perempuan bisa menggunakan toilet juga.

Tapi, ternyata kebanyakan orang suka lupa dengan hal-hal kecil seperti ini. Saya pernah mengantri di toilet umum di bandara di Kota Medan. Saya lupa ada berapa bilik di sana, tapi seingat saya semua memiliki antriannya masing-masing. Saya masih sabar dengan orang-orang di depan saya, walaupun saya merasa sesak (kebelet pipis).

Seorang gadis belia keluar dari dalam toilet, kalau menilik dari usianya sekitar belasan atau 20 tahunan. Saya masuk segera setelah dia keluar. Tapi, saya sangat kaget bercampur kesel, karena di dudukan toilet terdapat tetesan berwarna merah, dan saya juga mencium bau amis. Okey, adik yang tadi baru saja keluar itu sedang menstruasi. Tapi tidak begini juga dong! Saya berjalan keluar dari bilik tersebut dan mengantri di bilik yang lain. Asli, saat itu saya sangat dongkol, tapi tidak mau juga untuk menggunakan toilet yang tidak bisa digunakan seperti itu.

Jujur saya lebih suka menggunakan toilet jongkok di tempat umum, karena bagian belakang saya tidak harus bersentuhan dengan dudukan toilet. Terkadang saya merasakan gatal-gatal karena dudukan toilet yang tidak bersih. Dan, tentu saja toilet jongkok itu lebih bagus dari segi kesehatan.

Yaaah, begitulah pengalaman saya dengan toilet duduk. share juga dong pengalaman kalian. Apakah pernah mengalamin hal-hal seperti yang saya alami?

Advertisements

Ada Apa Dengan Diriku di Lebaran Hari Pertama?

19510284_1165901180181440_5441706762858863268_n

Me with Erna, my old friends

Alhamdulillah Lebaran kali ini saya bisa merayakan bersama mamah dan adik-adik di Cianjur. Tapi, lebaran kali ini berbeda banget dari lebaran tahun-tahun sebelumnya. Saya merasa ada yang kurang, tapi saya sendiri pun tidak bisa melakukan apa-apa. Walaupun tidak tahu-menahu secara 100%, tapi sepertinya saya bisa menarik kesimpulan mengenai apa yang telah terjadi, sehingga lebaran kali ini terasa berbeda.

Kami tidak mendatangi rumah nenek! ini yang membuat saya merasa sedih. Kita tidak pergi kemana-mana, kita hanya di rumah dengan aktivitas seperti biasa dan hanya berdiam di rumah. Tahun-tahun sebelumnya kami masih mengunjungi rumah nenek, bertemu dengan saudara mamahku yang lain, bertemu saudara sepupu dan keponakan. Walaupun, saya hanya bertemu dengan paman di malam hari, itu tidak masalah karena pamanku sudah bersikap seperti itu sejak lama, bahkan ketika saya kecil. Kita tidak mengunjungi saudara Bapak yang di Cianjur, seperti kebiasaan dahulu. sepertinya semua telah berubah sangat banyak. Jujur saya sangat mengidamkan suasana lebaran seperti dulu, saya pulang ingin mersakan atmosfir lebaran di kampung halaman seperti tahun-tahun sebelumnya. Saya merindukan suasana seperti itu.

Alhasil, saya menghubungi Erna salah satu teman waktu saya SMA. Kebetulan lebaran kali ini dia pulang. tahun lalu, saya bertemu dengannya di Malaysia, dan masih dalam suasana lebaran juga.

19554981_1165900960181462_4948785864368501377_n

Temanku adalah temanmu juga wahai Teman

Jalanan Kota Cianjur yang beberapa hari sebelumnya padat dan macet di mana-mana, mendadak sepi. Walaupun tidak sepi total, karena beberapa kali aku melihat beberapa orang mengendari sepeda motor atau mobil bahkan menaiki angkutan umum untuk bersilaturahmi kepada saudara mereka. Supir ojol, melajukan motornya dengan hati-hati, sebelumnya Pak supir ojol tersebut meminta bayaran di muka, karena tempat yang saya datangi masih belum menerima ojol hadir di sana.

Beberapa menit kemudian, saya telah sampai di depan pintu masuk rumah sakit Cianjur, atau orang-orang biasa memanggilnya Rumah Sakit Sayang. Loh kok ke Rumah sakit? Iya, hari itu Erna mendapat giliran untuk menunggui bapaknya yang sedang sakit di sana. Kalau boleh memilih sebenarnya saya pun tidak ingin pertemuan kami diadakan di sana, tapi siapa yang bisa menolak takdir.

Bapaknya Erna, memang sudah sakit, mungkin karena alasan tersebut Erna diizinkan cuti oleh majikannya di Malaysia. Setibanya di Cianjur, saya langsung memeberitahukan kabar ini kepada dia, agar kami bisa menyusun waktu yang tepat untuk bertemu. Ternyata, Bapaknya telah masuk rumah sakit, dan diizinkan pulang setelah dirasa dokter sudah lumayan. Tapi, ternyata di beberapa hari menuju lebaran tiba, saya dikabarin Erna, bahwa bapaknya kembali masuk ICU.

Pada hari Lebaran, Bapaknya Erna telah dipindahkan ke ruangan, setelah sebelumnya dirawat di ICU. Maka, inilah kesempatan untuk menemui Erna sekaligus menjenguk Bapaknya yang sakit. saat itu, saya sangat bersemangat. Sudah banyak hal yang mau saya adukan pada dia, alias menyambung curhatan kami sebelumnya di Kualalumpur, Malaysia.

Tapi, semua diluar rencana. Saya hampir pingsan ketika berada di sana! Bukannya menyenangkan orang sakit, saya malah menambah kerjaan Erna, karena kejadian itu. Saya sudah beberapa kali menginap di rumah sakit, untuk menemani orang saudara yang sakit. Beberapa kali pula saya mengunjungi teman-teman yang sakit bahkan saya pernah dua kali memasuki ruangan ICU. Saya takut dengan jarum suntik, saya terkadang merasa tidak tahan melihat jarum suntik, tapi semua baik-baik saja selama ini, Tapi, kali ini entah kenapa saya beneran pusing melihat, darah infusan dan jarum suntik.

Ruangan tempat Bapaknya Erna berada satu ruangan dengan pasien yang lain. Aku mengucapkan salam, ketika mulai memasuki ruangan. Yah, seneng juga karena ada banyak orang, walaupun aktivitas tidak seperti rumah sakit seperti biasa, maklum masih dalam suasana lebaran hari pertama. Aku memeluk Erna yang menyapaku dengan hangat, kemudian kami berpelukan. Saya menanyakan keadaan Bapak sambil mencium tangannya. Bapak Erna, kemudian mengambil posisi duduk sambil menerawang ke luar jendela. Aku mengobrol asyik dengan Erna, sambil sesekali melihat Bapaknya Erna dengan beberapa selang yang masih terpasang di tangan, dan ada selang oksigen juga yang terpasang di hidungnya.

Bapak! saya sudah tidak memiliki bapak lagi, beliau telah berpulang beberapa tahun lalu, karena sakit. Bahkan ketika malaikat pencabut nyawa itu datang, tidak ada satupun orang disisinya. Bahkan saya tidak bisa ‘nungkulan’, begitu juga dengan kakak laki-laki saya yang tengah berada di Kota Medan.

Saya sangat berharap, Bapaknya Erna bisa segera sembuh, karena dialah orang tua satu-satunya yang dimiliki Erna, ibunya telah meninggal dua atau tiga tahun sebelumnya. Saya lupa tepatnya kapan.

Ruangan tempat Erna dan Bapaknya di rawat begitu pengap, atau mungkin ini perasaan saya saja. Tapi, saya tidak nyaman berada di sana. Walaupun tidak ada dari pasien-pasien tersebut yang sampai berdarah-darah. Erna, menawarkan tempat duduk, kemudian dia mencari posisi enak untuk mengobrol. Saya mulai bercerita, dan kita asyik dengan obrolan kita. Tiba-tiba, saya melihat darah yang mulai naik di selang infusan. Kalau dikuru, mungkin sepanjang 10 cm, saya sedikit panik. Saya minta Erna untuk memanggil suster, karena darrahnya naik.

Suster yang duduk tidak jauh dari ruangan kami, segera datang. disitu, mulai terasa pusing, mata sudah berkunang-kunang. penglihatan mulai kabur dan gelap, saya berusaha terus berbicara dan mendengar suara Erna, yang mulai gelisah, dengan saya dan terutama dia khawatir terhadap Bapaknya yang katanya mau diuap. Artinya, Bapaknya Erna mulai merasakan sesak di dadanya.

Saya berjalan sempoyongan keluar ruangan, Erna meninggalkan ruangan bersama saya dan meninggalkan bapaknya yang tengah bersama suster. jujur saat itu, saya tidak kuat berdiri, semua gelap dan samar-samar, saya hanya fokus dengan satu suara. Suara Erna, teman baik saya. Dia mendudukkan saya di tangga, dan kondisi saya masih belum stabil. Kemudain, Erna mengajak saya keluar, keringat dingin yang membasahi tubuh mulai terasa dingin, ketika terkena angin sore itu.

Aku terduduk di salah satu teras di dekat ruanga ICU, seketika saya merebahkan diri di teras yang dingin dan berdebu tersebut. Saya tidak peduli dangan apapun, saya menaruh kepala saya di lantai yang kotor. Alhamdulillah saya mulai sadar, saya mulai dengan bacaan saya dalam hati. Satu kali membaca ayat kursi, sudah dirasa cukup untuk meminta pertolongan Allah kala itu.

Akhirnya saya pulang, saya merasa tidak enak harus mengganggu Erna yang tengah berada di samping Bapaknya. Apalagi, Bapaknya saat itu sedang di berikan uap oleh suster.

Saya pulang berjalan kaki masih dengan perasaan bingung dan lemas.

Cara Memakai Lipstik sebagai Perona Pipi

Bagi saya lipstik adalah salah satu barang yang sangat penting untuk dipakai/dibawa ketika bepergian. Saya merasa tidak nyaman atau tidak percaya diri bila tidak memakai lipstik. Mungkin karena muka saya selalu kelihatan pucat. Belakangan ini saya menjadi rajin untuk menggunakan perona pipi atau blush on dengan menggunakan lipstik. Lipstik? Emang bisa? Tentu saja. Di tulisan ini saya mau berbagi tips dan trik menggunakan lipstik sebagai perona pipi.

Rin, kenapa sih memakai lipstik sebagai perona pipi? Karena hemat. Sebenarnya saya sedang belajar untuk merias wajah, dan saya masih perhitungan untuk membeli kosmetik yang harganya mahal. Ada sedikit kekhawatiran di dalam benak saya, bila kosmetik yang saya beli terebut tidak terpakai akhirnya harus dibuang karena kadaluarsa. Untuk itu saya menggunakan lipstik sebagai perona pipi. Jadi, cukup beli satu lipstik tapi bisa dipakai untuk fungsi yang lain.

Ada beberapa jenis lipstik, dan tidak semua jenis lisptik bisa diaplikasikan sebagai perona pipi. Tapi, menurut saya yang paling sulit adalah mengaplikasikan lisptik matte yang bentuknya padat, frosty lipstik juga sulit untuk digunakan.

Berikut beberap tips dan trik yang biasa saya gunakan saat memakai lipstik sebagai perona pipi:

  1. Pilih lipstik yang kamu sukai, dan sesuai dengan kulit kamu. Kamu bisa menggunakan lipstik yang berbentuk liquid atau padat.
  2. Gunakan pelembab plus foundation /bb-cc-dd cream sebelum mengoleskan lipstik di tulang pipi kamu. Jadi, sebelum menggunakan lipstik, gunakan pelembab dan foundation terlebih dahulu agar, lipstik bisa menyatu dengan baik. Apabila kamu hanya menggunakan pelembab saja, biasanya lipstiknya tidak bisa menyatu dengan baik dengan pelembab. Berbeda dengan foundation, bb atau cc/dd cream yang bisa menyatu dengan lipstik. Tapi, bila wajah kamu berminyak, tak usah lagi memakai pelembab.
  3. Pakai bedak tabur untuk membaurkan lisptik di pipi kamu, agar terlihat tidak terlalu tegas atau menor.
  4. Untuk riasan minimalis gunakan lipstik  secukupnya di tulang pipi kamu, kemudian baurkan dengan tangan. Untuk hasil yang lebih bold dan tegas, kamu bisa menggunakan lipstik agak banyak, atau bisa juga menggunakan lipstik yang lebih bold.
  5. Pede

    Yupp, itu dia tips-tips yang bisa aku gunakan ketika memakai lipstik untuk perona pipi.

    Me and My Mask

    Hi, Assalamu’alaikum Beauty…

    I’m so gratefull this morning because, Laura (my friend at office) said that my skin’s face was glowing and less of blackheads. Not only those, she also said that my acne scars was fade. Wow, I felt happy, and blushing if you saw my face deeply, heheee

    She was curious about beauty product that I used. I told her, that I was not use any product on my face, except Redwin Sorbolene Moisturizer, Marcks’ loose powder and also a mud mask. Let me guess, this is a magic of mud mask? I don’t think so, but maybe YES….

    This great mud mask is the best mask you’ll ever need, hmm maybe yes for my skin ‘coz I have spots, acne scars, wide pores, unglowing skin and also wrinkles on my face. I guess, those things that make many woman hate. For you who never ever clean your face, please caring your skin. Because it is very important for you, and for many active woman outside, your beauty can be your investement. Beauty investement should not expensive, but must be match to your skin type. The other advantage has small body like mine, was look like young anytime, but you have to known that your face sometime cant lied. Old…!

    Less sleep, no drink enough, less vegetable or fruits can make your face pale and unglowing, dark under your eyes and many more. You are not fresh, and it will effect to people around you. Has a small body, can’t help anymore. Hiks hiks.. The solution that I choosed was do my simple facial at home. I have written about my simple facial at here.

    CIMG4458

    First clean your face, schrub your face with sugar+baby oil. Last use mad mask from Jafra. Its optional for using the mask. I love mud mask, because it fresh to our skin. Hmmm, there was a cool sensation when you apply it on your face. Discover yourself, relax and restore the inner you become aware of  your senses. Ligh a scented candle, listen to gentle music, breathe in aromatic essential oils.  Wow, its perfect life…

    How to use this mask?

    CIMG4451

    Just apply to clean skin, face, neck and/or body. Avoiding eye area. Leave on for 15 to 20 minutes or till dry. Rinse thoroughly.

    Feel your skin fresh and glowing with this mask. But don’t forget to eat well and sleep well. Take care of your healthy, and see you soon.

    rinrin

    Me and blue

    “Yakin tidak ada laki-laki yang kamu sukai, setelah patah hati?”

    Hi, Assalamu’alaikum Cantik!

    Sebelumnya saya ingin meminta maaf karena di tulisan kali ini saya masih membahas masalah jodoh dan curhat saya mengenai jodoh. Saya tidak bermaksud untuk menjadi seorang bapergirl atau galauer sejati, tapi terkadang saya ingin menjelaskan kepada kalian, jika saya seperti ini adalah karena saya manusia biasa. Tulisan ini tercipta tatkala seorang teman bertanya apakah saya memiliki orang yang di sukai setelah patah hati?

    Saya jawab tidak. Tapi, saya belum bisa menjelaskan kenapa saya tidak memiliki orang yang saya sukai saat ini. Ini beneran edisi curhat, jadi bila teman-teman merasa tidak menyukai tulisan ini, maka boleh saja di skip dan lanjut membaca tulisan yang lain di blog ini atau boleh juga mampir di blog pertama saya di sini.

    girly-pink-wallpapers

    Header blog mizsipoel.com

    Kali kedua, teman saya menanyakan lagi apakah saya benar-benar tidak memiliki orang yang saya sukai? Kembali saya jawab tidak. Tegas! Sebenarnya bukan tegas, hanya menguatkan kembali jawaban pertama saya. Kenapa?

    Jawabannya adalah karena saya takut sakit hati kembali. Saya membutuhkan waktu satu tahunan untuk benar-benar melupakan luka lama tersebut. Saya tidak memiliki banyak waktu untuk terus-menerus memikirkan hal-hal yang seperti itu saat ini. Ada banyak hal yang harus saya pikirkan saat ini seperti keluarga, masa depan, tentang mimpi-mimpi saya yang belum tercapai dan banyak hal lainnya.

    for wordpress curhatku

    Do’a adalah tanda kita sebagai makhluk lemah

    Dari dulu saya termasuk orang yang bisa dengan mudah jatuh cinta kemudian akan sangat sulit untuk melupakan cinta tersebut ketika mereka berkhianat. Sangat sakit dikhianati oleh orang yang kamu percayai, tapi yang pasti selalu ada kebaikan dalam setiap sakit hati ini. Saya sendiri menganggap bahwa ini adalah salah satu tanda kasih sayang Allah. Dia ingin menunjukkan bahwa, tidak baik terlalu mencintai makhluk-Nya secara berlebihan, bukankah Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan?

    Dia ingin saya melihat hal lain, melihat tanda cinta lainnya selain cinta kepada makhluk indah seperti lelaki tampan itu, walaupun kini dia telah menjadi masa lalu. Allah ingin saya lebih dekat dengan Dia, mungkin Dia ingin mendengar do’a-do’a lirih saya ketika meminta dipertemukan dengan jodoh yang sholeh, dan tentu saja bukan dia.

    Hmmm, karena kejadiannya tahun lalu tapi bila membahas masalah ini  saya seolah sedang bernostalgia dengan sakit hati saya. Ada sesak yang tidak bisa hilang, tapi ternyata waktu mampu menjawab semua, dan dekat dengan Sang Maha Pencipta membuat rasa sesak itu memudar, walaupun tidak serta merta hilang.

    Kira-kira teman-teman pernah merasakan hal seperti saya ini? Saat itu saya melakukan banyak hal untuk mengobati sakit hati saya, untuk lebih jelasnya, teman-teman boleh baca di sini.

    Lalu bagaimana sekarang? Feel free like a bird! Saya menunggu dan tetap menunggu proposal cinta dari pangeran shaleh yang mencoba berta’aruf. Teman-teman sudah tahu belum cara membuat CV (curriculum vitae) untuk melamar seseorang? Tunggu tulisan lainnya mengani cara membuat CV untuk melamar di blog ini.

    for wordpress

    Baiklah, sepertinya curhatan hati saya cukup sampai di sini. Saya malu untuk bercerita lebih panjang lebar, karena ini sifatnya bebas dan bisa dibaca oleh siapa saja. Sedangkan saya tidak ingin terlalu terbuka mengenai pribadi saya di blog. Nah, tulisan ini hanya salah satu hal yang ingin saya bagi dengan teman-teman, walaupun saya tahu bahwa teman-teman lebih berpengalaman mengenai hal ini.

    Finally, saya ucapkan terima kasih untuk waktu yang telah diluangkan, telah mampir dan mendengarkan curhatan hati saya saat ini. Bagi teman-teman yang punya saran, opini atau kritik boleh banget untuk menuliskannya di kolom komentar. Atau mungkin teman-teman memiliki pengalaman yang sama dengan saya?

    Redwin Sorbolene Moisturiser for Your Sensitive Skin Problem

    Hi, Assalamu’alaikum Beaut’…

    Approximately two months ago, there was a blog competition about Redwin Sorbolene Moisturiser. And I was excite to hear it, but I was too late to get the free product from Redwin. Its OKE! I would buy it myself. Because I was interested for the prize, a Trip to Derawan and another prize. Then…

    Hiks…hiks… I was loose. Yeah, I was not become a winner for the first prize or another position prize, become a looser was no matter for me , this is another failed. I have failed many times in blogger competition. This failed maybe, would make me strong to face another blog competition.

    Please read my blog post about Redwin Sorbolene here

    cimg4371

    Hi, sunshine.. no worry going outside

    I bought Redwin Sorbolene Moisturiser coused competition and also the prize, but right now I want to share about this product to you. This is really a great moisturizer for your sensitive and dry skin. Redwin Sorbolene Moisturiser provides deep and long lasting moisturizing which prevents dryness and leaves your skin feeling soft and smooth.

    Redwin Sorbolen Moisturiser rated number one in Australian Sorbolen products, and Redwin creates a protective barrier, that locks in moisture deep within your skin. Redwin Sorbolene is suitable for even the most sensitive skin.

    It is what this product don’t contain that makes them perfect for your dry and sensitive skin. Formulated to heal, soothe, protect and nature red, chapped dry, flaky and damaged skin. Redwin doesn’t contain anya harsh detergents, colourings, fragrances or lanolin.

    cimg4369

    Direction for use Redwin Sorbolen Moisturiser :

    For best result apply a small amount to your skin and then once absorbed reapply. Use everyday after showering and after sun exposure.

    One big question in my head is, can I use it on my face? or this product just for whole body? I have read several blogpost about Redwin Sorbolene Moisturiser and most of them, wrote that it can use on your face. But, some of them, said that just for your body.

    So, I try on my face and luckily this product match on my face. Redwin Sorbolene Moisturiser can use on your face, but if you have another product to moist your face. I suggest you to wait your face normal from your product before. How to make our face normally? Hmm, for mine just quit my another product for a week or more, and I don’t put any moisturizer on it. After one week, I put Redwin Sorbolene Moisturiser on my face.

    I love a simple make up for my face, so I don’t put many kind of product on it, like foundation, or make up contour. I just put Redwin Sorbolene Moisturiser and loose powder. I use loose powder because I have an oily type of skin.

    So curious about my loose powder, please read here

    By the way, I was scare that Redwin Sorbolene unmatch on my face, ‘coz I have a sensitive skin on my face. Any product has irritated my face and emerge the pimple. Maybe it caused vitamin E which is contained in Redwin Sorbolene. Redwin Sorbolene Moisturiser contain of vitamin E and 10% plant derived glycerine to make your skin soft and smooth.

    Ingredients: Water (Aqua), Gycerin, Sorbitol, Strearic Acid, Mineral Oil, Cetearyl Alcohol, Tritium Vulgare (Wheat) Germ Oil, Tetrasodium EDTA, PPG-2 Methul Ether, Triethanolamine, Imidazolidiniyl Urea, Chloroacetamide, p-Chloro-m-Cresol, Sodium Benzoate, Linalool.

    Redwin Sorbolene has halal autorithy from AFIC (Australia Federation of Islamic Council) so for Muslim, don’t worry about it. As a muslim, I always worry about product that I use, so I just use a trusted product as Redwin Sorbolene.

    cimg4374

    Oh, yeah I forgot to tell you that Redwin also available in 100ml, 500ml, 1Ltr, and 2 Ltr. For healthy, hydrated and beautiful skin all day, use Redwin Sorbolen Moisturiser to all over your body, It can lock in your skin’s moinsture and boosts your skin’s natural hydration. The result for the skin are beautiful, soft, smooth and healthy.

    Memilih Jodoh

    Hi, Assalamualaikum Cantik!

    Tulisan kali ini saya mau bercerita mengenai pemilihan jodoh. Saat arisan keluarga, saya sempat kena ceramah dari para kakak sepupu mengenai memilih jodoh yang tepat. Dibilangnya, “Carilah jodoh yang akan membawa kita kepada kebaikan, jangan mencari jodoh yang hanya akan membawa kita pada keburukan

    Image result for jodohku

    Mana jodohku? Source Google

    Jujur, saya senang mendengar mereka bercerita mengenai mencari jodoh yang tepat dengan contoh yang nyata. Tentu saja, saudara sendiri yang menjadi contoh nyatanya. Mungkin agar aku lebih memahami mengenai pembicaraan mereka mengenai jodoh yang baik itu seperti apa. Jangan seperti dia yang tergesa-gesa menikah, kemudian menjadi tidak bahagia. Karena menikah itu bukan akhir, tapi babak baru dalam kehidupan. Apakah kita sudah siap mengemban tanggung jawab yang baru? Bila, tanggung jawab sehari-hari saja masih teledor dan sulit dikerjakan, bagaimana bisa mengambil tanggung jawab yang lain?

    Saya setuju dengan pernyataan tersebut. Kita harus mencari jodoh yang akan membawa kita kepada kebaikan, kalau saya boleh menambahi mungkin mencari jodoh yang ketika dengannya kita semakin dekat dengan Allah, meraih ridha-Nya dan tentu saja yang selalu mengingatkan kita pada kebaikan.  Intinya menjadi keluarga yang sakinah, mawwadah, warrahmah.

    Saya banyak belajar dari mereka yang sudah menikah, ketika memiliki masalah baik itu dengan diri mereka sendiri, keluarga atau orang lain. Karena saya belum menikah, maka saya tidak terlalu ikut campur di permasalahan mereka, saya pun tidak mau terlalu menasehati. Saya hanya melihat, mendengar dan mengambil keputusan, lalu menyapaikan pendapat bagaimana baiknya menurut saya. Pendapat yang saya sampaikan pun, tidak serta merta saya ungkapkan secara langsung, bila mereka bertanya maka saja menjawab, saya seperti tidak memiliki banyak amunisi untuk saling menasehati atau saling bertukar pendapat, mengenai masalah pernikahan. Karena saya belum menikah, biarkan persoalan mereka menjadi contoh untuk saya, bagaimana saya seharusnya bertindak atau mengabil keputusan, bila mengalami masalah tersebut. Lagipula, orang tua mendampingi dan menasehati bila anak-anak mereka melakukan kekeliruan.

    Jodoh!

    Menurut saya, sangat sulit untuk dicari, tapi sebagai wanita kita hanya menunggu agar si pangeran hati itu datang meminang. Kata orang kita tidak boleh terlalu memilih jodoh, tapi ketika saya berusah menerapkan prinsip ini, hati saya berontak dan menolak. Saya mau memilih dan saya harus memilih jodoh saya sendiri! Apakah ini yang menyebabkan saya lama mendapatkan pasangan saya? Saya tidak tahu, wallahualam. Ada juga orang yang bilang, katanya kalau jodoh kita sulit ditemukan mungkin jodoh kita telah meninggal dunia, sebelum menemukan kita. Pernyataan ini sedikit menggoyangkan iman saya mengenai jodoh saya.

    Saya menjadi takut, jika hal itu benar maka impian saya untuk memiliki keluarga yang sakinah, mawwadah, warahmah akan memudar. Kemudian, apakah saya harus menerima siapa saja dari mereka untuk menjadi jodoh saya? Toh, jodoh saya yang sesungguhnya telah tiada?

    Tapi, pemikiran yang lain membantah, bila dia telah meninggal berarti dia bukan jodoh saya. Lagipula, bukankah Allah telah menetapkan siapa jodoh kita saat kita berusia 40 hari di dalam kandungan ibu kita?

    Arghhhh.. pusing…!!!

    Menunggu dalam ketidakpastian jelas memicu gelisah. Apalagi ada anggapan bahwa semakin bertambah umur, semakin sulit pula untuk mendapatkan pasangan hidup. Belum lagi, kenyataan bahwa wanita itu terbatas, dia dipilih bukan memilih. Tak seperti laki-laki yang memilih karena penawaran lebih sedikit dari permintaan. (Udah Putusin Aja, Ust. Felixsiauw)

    Daripada membuat kita semakin galau, kemudian baper, lebih baik kita merenung bagaimana seharusnya diri kita, agar dipilih, diantara ribuan orang muslimah atau wanita-wanita lain?

    Memantaskan diri,.